Tuesday , December 10 2019
Home / Tips Budidaya / Cara Budidaya Udang Vanamei

Cara Budidaya Udang Vanamei

Vanamei (Litopenaeus  vannamei) merupakan jenis udang yang banyak diminati pembudidaya saat ini. Udang ini memiliki keunggulan, tak hanya harganya yang relatif stabil, tapi kelebihannya yang tahan adari penyakit dan pertumbuhan yang cepat, serta sintasan (tingkat keluluhsiupan) yang tinggi.  Selain itu, jenis udang ini juga memiliki nilai konversi pakan rendah sektira 1:1.3.

Bagi pembudidaya dengan modal terbatas, berdasarkan hasil kajian menunjukan bahwa jenis ini relatif dapat dikembangkan atau diproduksi dengan sistik tradisional.

Kendati demikian, harus diketahui sebelumnya, bila teknologi untuk budidaya Vannamei saat ini mayoritas menggunakan teknologi intensif oleh pengusaha tambak. Padahal, dari luas tambak Indonesia yang berada kurang lebih di angka 360,000 ha, sebagian besarnya adalah petambak dengan modal terbatas.

Cara Budidaya Vannamei

Hal pertama yang harus dilakukan untuk melaksanakan budidaya jenis udang ini adalah dengan melakukan  pengeringan (pengolahan tanah dasar tambak). Caranya air dalam tambak dibuang, dan ikan-ikan liar bisa di basmi menggunakan saponin.

Kemudian, genangan air yang masih tersisa bisa disedot menggunakan pompa. Kemudian kolam dikeringkan hingga H2S nya menghilang karena teroksidasi. Pengeringan yang sempurna bisa menghilangkan bakteri patogen yang kelak akan merugikan pembudidaya karena dapat mengganggu pertumbuhan udang.

Setelah pengeringan selesai, langkah beirkutnya adalah melakukan pengapungan dan pemupukan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperbaiki kondisi kolam serta menyediakan pakan untuk udang.

Caranya dengan memberikan Kapur Bakar (CaO) 1000 kg/ha dan kapur pertanian sebanyak 320 kg/ha. Kemudian masukan air ke dalam tambak sehingga kondisi dasar kolam menjadi macak-macak. Setelah itu lakukan pemupukan menggunakan Urea (150 kg/ha dan Pupuk Kandang 2 ton / ha.

Pengisian Air

Pengisian air dilakukan setelah semua persiapan tambak (persiapan dasar) selesai. Masukan air ke dalam tambak secara bertahap. Lalu biarkan air tersebut di dalam tambk selama 2-3 minggu dan sampai kondisnya betul-betul siap untuk diberi benih udang.

Setelah di isi air, sebaiknya jangan dulu ditabur benih udang. Penebaran jenis udang ini bisa dilakukan ketika Plankton tumbuh baik sekitar 7-10 hari. Setelah itu baru bisa ditebar, adapun benur udang vannamei yang baik dan bisa digunakan adalah ukuran PL 10 – PL 12 dengan berat awal (0,001 gr/ekor.

Rekomendasi benih udang siap tebar didapat dari Spesific Pathogen Free. Bagusnya kriteria udang Vanaemei siap tebar adalah ukuran PL-10 atau organ insangnya telah sempurna, ukurannya seragam, tubuh benih dan usus terlihat jelas serta mampu berenang melawan arus.

Jangan lupa, sebelum benih ditebar lakukan dulu penyesuaian suhu (aklimatisasi) dengan cara mengapungkan kantong yan gberisi benih di tambak dan menyiramnya pealan-pelan.  Sedangkan aklimatisasi untuk salinitas di lakukan dengan membuka kantong yang berisi benur dan menyiramnya perlahan-lahan.

Setelah benur di tebar dalam kolam, langkah selanjutnya adalah melakukan pemeliharaan. Selama kegiatan pemeliharaan juga dilakukan monitoring kualitas air, seperti suhu, salinitas, transparansi, pH dan kedalaman air serta oksigen setiap hari. Ada baiknya juga kolam diberi probiotik untuk menjaga kestabilan plankton dalam tambak.

Sementara untuk pemberian pakan tambahan, perlu dilakukan terlebih volumen plankton dalam kolam / tambak mulai berkurang. Dosis pakan yang di berikan 2-5% dari biomasa udang dengan frekuensi pemberian 3 kali / hari (30% pada jam 07.00 dan 16.00 dan 40% pada pukul 22.00).

Setelah udang berumur 60 hari, pergantian air dalam kolam bisa dilkukan, dengan volume pergantian 10% dari total dalam kolam.

Selanjutnya bila tambak berada di pantai dan mengalami atau pada periode pasang, maka penggantian air dalam kolam / tambak dilakukan sebanyak 15-20% dari air dalam tambak tersebut. Kualitas air yang layak untuk udang vanamei adalah salinitas 10-25 ppt dengan toleransi 50 ppt.

Semenatara suhu yang baik berada dikisaran 28-310 c. Adapun Oksigen adalah 4 ppm, Amoniak 0,1 ppm, dan pH 7,5-8,2 serta H2S 0,003 ppm.

Jika pemeliharaan berhasil dilaksanakan dengan baik, maka Udang Vannamei dapat di panen pada umur pemeliharaan 100-110 hari. Sebelum dipanen, udang perlu dilakukan perlakuan dengan memberi kapur dolomit dan menjaga ketinggian air setinggi 1 meter. Hal ini bertujuan agar udang tidak mengalami molting (ganti kulit).

Setelah itu kita akan panen, siapkan seluruh peralatan panen. Baiknya, panen udang ini dilkukan di malam hari dengan menggunakan jala. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kerusakan mutu akibat sensitif terhadap sinar matahari langsung. Udang hasil panen dicuci dan masukan kedalam es dan di bawa dengan Cold Storage.

Pola tradisional udang ini menghasilkan bisa menghasilkan 836-1.05 ton dengan sintasan 60-96%. Ukuran panen antara 55-65 ekor / kg.

 (dirangkum dari berbagai sumber)

About perikanan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *