Tuesday , December 1 2020
Home / berita / Dorong Pelaku Usaha, Kembangkan Budidaya Ikan Air Tawar

Dorong Pelaku Usaha, Kembangkan Budidaya Ikan Air Tawar

Pandeglang – 1 Oktober 2020, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pandeglang Suaedi Kurdiatna, mendorong Pelaku Usaha Perikanan kembangkan Budidaya Ikan Air Tawar di Kabupaten Pandeglang, untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap komoditas Ikan dari luar daerah.

Suaedi mengungkapkan, dirinya bertekad kurangi ketergantungan masyarakat terhadap Komoditas Ikan Air Tawar dari luar Daerah, karena Pandeglang memiliki potensi yang sangat besar. Dirinya optimis kembangkan budidaya ikan air tawar dengan teknologi sistem Bioflok dimana teknologi tersebut telah sukses diterapkan dibeberapa lokasi di Kabupaten pandeglang.

“Selanjutnya ikan Nila dipilih untuk sebagai Komoditas lanjutan system bioflok, karena nila termasuk kelompok Herbivora yang proses pembesarannya lebih cepat,” jelasnya

Selain itu, ikan nila juga mampu mencerna flok yang tersusun atas berbagai mikroorganisme, yaitu bakteri, algae, zooplankton, fitoplankton dan bahan organik sebagai bagian sumber pakannya. Hal ini sangat menguntungkan dalam budidaya di kolam.

System bioflok juga mampu meningkatkan produktivitas hingga 25-30 kg/m³ atau 12-15 kali lipat jika dibandingkan dengan di kolam biasa yaitu sebanyak 2 kg/ m³. Waktu pemeliharaan lebih singkat, dengan benih awal yang ditebar berukuran 8-10 cm, selama 3 bulan pemeliharaan.

“Benih tersebut mampu tumbuh hingga ukuran 250-300 gram per ekor, sedangkan untuk mencapai ukuran yang sama di kolam biasa membutuhkan waktu 4-6 bulan,” tambahnya.

Terakhir, Suaedi menyebutkan, ikan nila sistem bioflok lebih gemuk karena hasil pencernaan makanan yang optimal dan komposisi daging atau karkasnya lebih banyak, serta kandungan air dalam dagingnya lebih sedikit. Secara bisnis, budidaya ikan nila juga sangat menguntungkan karena harganya cukup baik dan stabil dipasaran.

Suaedi menekankan, dalam pemeliharaan ikan Nila sistem bioflok yang perlu dijaga adalah kandungan oksigen yang larut didalam air. Hal itu, karena oksigen disamping diperlukan ikan untuk pertumbuhan juga diperlukan oleh bakteri untuk menguraikan kotoran atau sisa metabolisme di dalam air. Pada ikan nila, kadar oksigen terlarut (DO) didalam media sebaiknya dipertahankan minimal 3 mg/L.

“Saya mengingatkan agar para pelaku usaha yang akan menggunakan teknologi bioflok tidak keliru menerapkannya, juga harus diterapkan secara benar sesuai kaidah-kaidah cara budidaya ikan yang baik seperti benihnya harus unggul, pakannya harus sesuai standar SNI, parameter kualitas air seperti oksigen juga harus tercukupi,” pungkasnya. *AR

About perikanan

Check Also

Keberadaan Docking Kapal Sangat Dinanti Nelayan

Pandeglang – Menindaklanjuti permohonan izin Pembangunan Galangan Kapal (Docking), Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pandeglang Suaedikurdiatna menugaskan Plt. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *