Sunday , July 21 2019
Home / Sejarah

Sejarah

Menurut Staatsblad Nederlands Indie No. 81 tahun 1828, Keresidenn Banten dibagi tiga kabupaten : Kabupaten Utr yitu Serang, Kabupaten Selatan yaitu Lebak dan Kabupaten Barat yaitu Caringin.

Kabupaten Serang dibagi lagi menjadi Kewedanaan Serang (Kecamatan Kalodran dan Cibening), Kewedanaan Banten (Kecamatan Banten, Serang dan Nejawang), Kewedanaan Ciruas (Kecamatan Cilegon dan Bojonegara), Kewedanaan Cilegon (kecamatan Terate, Cilegon dan Bojonegara), Kewedanaan Anara (Kecamatan Tanara dan Pontang), Kewedanaan Baros (Kecamatan Regas, Ander dan Cicandi), Kewedanaan Kolelet (Kecamatan Pandeglang dan Cadasari), Kewedanaan Ciomas (Kecamatan Ciomas Barat dan Ciomas Utara) dan Kewedanaan Anyer (tidak dibagi kecamatan).

Menurut Sejarah, pada tahun 1089 Banten terpaksa harus menyerahkan wilayahnya yaitu Lampung kepada VOC (Batavia). Saat itu Banten dipimpin oleh Sultan Muhamad menyusun strategi untuk melawan kekuasaan VOC dengan menjadikan Pandeglang sebagai wilayah untuk menyusun kekuatan. Kekuatan kesultanan dipencar kepelosok Pandeglang seperti di kaki gunung Karang dan pantai.

Pandeglang dalam percaturan sejarah kesultanan Banten telah terbukti merupakan daerah yang strategis. Hal ini bias terlihat dari berbagai peninggalan sejarah yang terdapatdi wilayah Pandeglang. Semua itu bukan hanya membekas pada benda yang berwujud, tapi juga pada kultur kehidupan masyarakat Pandeglang.

Peninggalan sejarah kesultanan Banten masih Nampak etrlihat dari seni budaya yang ada di Pandeglang. Misalnya, Pandeglang merupakan Kota Santri dan terkenal daerah yang historis, patriotis dan agamis.

Berdasarkan catatan sejarah, di wilayah Banten jabatan kepala daerah ditentukan sebagai berikut :

  1. Jabatan Kliwon pada Bupati dan Patih dari Afdeling Anyer, Serang dan Keresidenan Banten dihapuskan.
  2. Bupati mempunyai pembantu, yaitu mantr Kabupaten dengan gaji 50 golden.
  3. Kepala Distrik mempunyai gelar jabatan wedanan dan Onder Distrik mempunyai jabatan Asisten wedana.

Berdasarkan staatsblad 1874 No. 73 Ordonasi, mulai berlaku pembagian daerah sejak tanggal 1 April 1874, Kabupaten Pandeglang terdiri dari Kewedanaan Pandeglang, Baros, Ciomas, Kolelet, Cimanuk, Caringin, Panimbang, Menes dan Cibaliung. Atas dasar inilah disepakati bersama bahwa tanggal 1 April ditetapkan sebagai hari jadi Kabupaten Pandeglang.

Menurut data tersebut diatas, Pandeglang sejak 1 April 1874 telah memiliki pemerintahan sendiri. Hal ini dipertegas lagi dalam ordonasi 1877 Nomor 224 tentang batas-batas keresidenan Banten, termasuk batas-batas Kabupaten Pandeglang dalam tahun 1925 dengan Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda tanggal 14 Agustus 1925 Nomor XI.

Dari fakta-fakta tersebut di atas dapat diambil beberapa kesimpulan, yaitu : 1). pada tahun 1828 Pandeglang sudah merupakan pusat pemerintahan distrik, 2). Pada tahun 1874 Pandeglang merupakan Kabupaten, 3). Pada tahun 1882 Pandeglang merupakan Kabupaten dan distrik Kewedanaan, dan 4). Pada tahu 1925 Kabupaten Pandeglang telah berdiri sendiri.