Pandeglang – Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pandeglang┬áDrs. Sua’edi Kurdiatna, M.Si, didampingi kabid budidaya (Iik Syakhabyatin, S.Pi), kasi kesehatan ikan dan lingkungan (Tata Wijaya, S.Pkp) juga plt bbiat cipeucang (Moh. Amin, SE), meninjau lokasi budidaya ikan nila Pokdakan Mukti Jaya yang berada di desa banyumas kecamatam bojong, Jum’at (19/6).

Apresiasi juga untuk kepala desa banyumas, camat bojong, kapolsek bojong dan koramil yang telah ikut hadir dalam tinjauan ke pokdakan mukti jaya ini.

Kelompok ini telah berdiri 2 tahun yg lalu, diketuai oleh pak Deden. Awalnya kolam budidaya ini merupakan sawah produksi padi, namun hasilnya tidak memuaskan, kemudian dialih fungsikan ke budidaya ikan, dan hasilnya lebih menguntungkan.

Luas Lokasi budidaya ikan nila ini mencapai 4 hektare, dengan jumlah kolam budidaya 80 petak. Pokdakan mukti jaya sudah melakukan beberapa kali panen, Satu kali panen ikan nila dengan luas kolam 4000 meter persegi dapat menghasilkan 2 ton ikan dan ini merupakan panen tertinggi tahun lalu.

Hasil tinjauan ini, pembudidaya mengeluhkan sulitnya mendapat pakan dan juga benih, dan produksi panen juga menurun, dikarenakan dampak dari pandemi covid 19. Deden selaku pembudidaya juga mengeluhkan membutuhkan mesin pembuat pakan, agar selalu tersedianya pakan ikan mandiri untuk kebutuhan ikan.

Menurut Deden, akibat adanya pandemi covid 19 ini sangat merugikan untuk budidaya ikan, pakan alami dari limbah pabrik tahu pun menjadi berkurang karena produksi tahu nya sedikit, kemudian mencari dedak pun susah, harus mencari sampai ke labuan, menes, dan kemarin baru mendapatkan dedak dari desa kadubera.

Dengan luas kolam budidaya seluas ini, sudah seharusnya pasokan ikan untuk kebutuhan masyarakat bojong khususnya desa banyumas dapat terpenuhi. *CL

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *